Halaman

Gula semut, Praktis dan Tahan Lama


Walaupun belum begitu populer dibandingkan gula merah, gula semut sebenarnya memiliki beberapa keunggulan. Keunggulan dapat dilihat dari segi kepraktisan dan tahan lama. Apabila dikembangkan gula semut bisa menjadi usaha yang cukup menjanjikan. Gula semut (palm sugar) merupakan gula merah versi bubuk atau sering juga disebut gula kristal.

Disebut gula semut karena bentuk gula ini mirip dengan rumah semut yang bersarang di tanah. Gula semut berbahan dasar nira dari pohon kelapa atau pohon aren (enau). Di pulau jawa sudah cukup banyak produsen yang memproduksinya namun di Lampung gula semut belum begitu dikenal. Inilah yang memotivasi Susilowati dosen Teknologi Hasil Pertanian Universitas Lampung untuk membuat Gula semut. Sempat beberapa kali gagal akhirnya di percobaan yang ke sepuluh Gula semut berhasil dibuat. Ada 2 proses dalam pembuatan gula semut. Proses pertama, nira disaring dan ditempatkan di baskom lalu direbus sampai nira mengental dan berwarna coklat. Nira yang sudah mengental dan berwarna coklat didinginkan dan diaduk sampai menjadi kristal. Proses kedua mengubah gula merah menjadi gula kristal. Gula merah direbus hingga mencair, setelah itu gula diaduk sampai menjadi kristal lalu dikeringkan dan gula semut siap untuk dikonsumsi. Gula semut dinilai lebih praktis karena bentuknya berupa bubuk dan tidak sulit untuk menyimpannya. Dilihat dari segi tahan lama, gula semut bisa bertahan 7 – 12 bulan sedangkan gula merah hanya 1 – 2 bulan. Gula semut bisa bertahan lama karena kadar airnya yang lebih rendah dibanding gula merah. Gula semut memiliki 3 % kadar air sedangkan gula merah 10 %.

No comments: