Ada kesenangan tersendiri apabila bisa mengunjungi
tempat-tempat baru. Mengunjungi tempat-tempat baru itu artinya kita akan
bertemu dengan orang-orang baru, dengan karakteristik dan kebiasaan yang
berbeda. Selain itu, kita bisa menikmati suasana dan kondisi alam yang berbeda
di setiap tempat yang kita kunjungi.
Pada kesempatan kali ini saya mengunjungu Dente Teladas.
Dente Teladas adalah salah satu kecamatan yang ada di kabuapaten Tulang Bawang.
Wilayah ini oleh pemerintah dijadikan sentra budidaya berbagai jenis udang.
Saya mengunjungi wilayah ini setelah diajak oleh teman kuliah saya yang
kebetulan bertempat tinggal di salah satu desa di wilayah ini.
Perjalanan ke Dente Teladas dari Bandar Lampung kurang lebih
memerlukan waktu 5 jam. Rute yang dilalui yaitu melewati Metro lalu berlanjut
sampai ke Bandar Surabaya Lampung Tengah. Kabupaten Lampung Tengah dan Tulang
Bawang dibatasi oleh Sungai Way Seputih. Desa Sadewa adalah desa paling ujung
dari sungai Way Seputih. Di desa ini terdapat dermaga untuk menyeberangi Sungai
Way Seputih menuju Dente Teladas. Di pelabuhan ini teman-teman menyeberang
menggunakan kapal milik warga. Tarif menyeberang untuk motor dan orang Rp
15.000. Perjalanan ditempuh paling lama hanya 10 menit.
Wilayah Dente Teladas adalah wilayah yang berada pada
dataran rendah. Kontur tanahnya berpasir dan air nya berupa air payau, sedikit
asin karena dekat dengan lautan. Kondisi alam inilah yang menjadi alasan Dente
Teladas dipilih sebagai sentra budidaya Udang. Di Dente Teladas jalan dibangun
menggunakan batu cadas. Wilayah Dente
Teladas adalah wilayah pinggir laut, sehingga air laut sering mengalami
abrasi, Batu Cadas dipilih karena tidak akan tergerus air laut ketika terjadi
abrasi.
Itulah sedikit cerita saya setelah mengunjungi Dente
Teladas. Terima kasih... :-D



No comments:
Post a Comment