Halaman

Pemuda dan Perubahan


Sejarah perjalanan bangsa Indonesia tidak terlepas dari peran pemuda. Bangsa ini mulai dibentuk oleh beberapa pemuda yang sadar akan pentingnya persatuan antarmereka. Kesadaran itu memunculkan sebuah sumpah, sumpah itulah yang kita kenal sekarang sebagai Sumpah Pemuda.  Di dalam sumpah itu pula, para pemuda sepakat untuk berikrar bertanah air satu, berbangsa satu dan berbahasa satu.
Berjalannya waktu peran pemuda semakin terasa, tatkala proklamasi kemerdekaan Indonesia, saat itu terdapat perbedaan pendapat antara golongan tua dan golongan muda. Golongan tua seperti Soekarno, Moh. Hatta, Achmad Soebardjo, Moh. Yamin, Kiai Haji Mansyur dan Iwa Kusumastuti menginginkan agar proklamasi kemerdekaan dilaksanakan sesuai dengan yang direncanakan Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI). Namun golongan muda seperti Sukarni, Adam Malik, Wikana, Chaerul Saleh, Syarief Tayeb, Pandu Wiguna dan Tan Malaka menginginkan agar secepatnya dilakukan proklamasi kemerdekaan, mereka menganggap apabila kemerdekaan dilakukan melalui mekanisme PPKI, itu sama saja dengan kemerdekaan Indonesia merupakan hadiah dari pemerintah Jepang mengingat PPKI adalah organisasi bentukan pemerintah Jepang. Alhasil dengan perdebatan yang alot, golongan muda berhasil memengaruhi golongan tua untuk memproklamasikan kemerdekaan Indonesia pada 17 agustus 1945.
Tahun 1998 menjadi sejarah yang masih jelas dalam ingatan, betapa para pemuda bersatu untuk menggulingkan pemerintahan Soeharto yang telah berkuasa lebih dari tiga dekade. Seluruh pemuda atau tepatnya mahasiswa menyatukan visi untuk menggulingkan kekuasaan Soeharto yang dianggap sarat dengan praktik Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN).
Pemuda memang punya modal besar untuk membawa perubahan dengan segala idealisme dan kepeduliannya terhadap kaum tertindas. Tidak salah apabila sang proklamator bangsa Indonesia mengatakan “Beri aku sepuluh pemuda maka akan kuguncang dunia”. Perkataan Soekarno itu tentu dilandasi dengan pemikiran yang jelas. Soekarno sangat sadar betapa dahsyatnya potensi pemuda untuk mampu mengubah dunia. Di tangan pemudalah arah kemajuan bangsa diamanatkan. 
Visi bersama menjadi penting untuk dilakukan demi memperbaiki permasalahan bangsa yang semakin akut dan butuh perubahan revolusioner. 
Pemuda mempunyai peluang besar untuk mampu mengubah keadaan bangsa ini. Pemuda memiliki idealisme, kemampuan akademik , yang mampu menganalisa masalah sosial serta akhlak yang mulia. Dengan modal itulah, mahasiswa mampu mengkritisi segala kebijakan yang dianggap tidak sesuai dengan keadaan bangsa ini. Pilihan ada di nurani masing-masing pemuda. Mulai menyatukan visi bersama dan menghilangkan ego golongan atau terus membiarkan ketidakadilan dan permasalahan terjadi di bangsa yang kita cintai ini.
Hidup Mahasiswa!