Dalam tulisan ini saya ingin menceritakan tentang pandangan
saya tentang kota Bandar Lampung. Tulisan ini lahir dari pengamatan dan bacaan
beberapa literatur yang saya baca. Tulisan ini akan mengulas kota Bandar
Lampung dari berbagai sisi, mulai dari aspek sejarah, kondisi sosiokultural
hingga aktivitas ekonomi.
Bandar Lampung, kota ini merupakan ibukota dari Provinsi
Lampung. Saya tinggal di kota ini kurang lebih sudah 8 tahun. Tepatnya, saat
saya menempuh pendidikan di Universitas Lampung. Selama kuliah tersebutlah saya
mengunjungi banyak tempat di kota ini.
Sejarah Bandar Lampung dijadikan Ibukota Provinsi
Kota Bandar Lampung adalah kota yang dibentuk oleh Belanda,
kota ini dibangun oleh Belanda sebagai daerah administratif dan juga untuk
menunjang aktivitas ekonomi di Nusantara. Pada awal terbentuknya Provinsi
Lampung, ada dua kota yang dipertimbangkan untuk dijadikan ibukota, yaitu Kota
Bandar Lampung, dan Kotabumi. Di lihat dari berbagai sisi terutama untuk
menunjang aktivitas ekonomi maka diputuskanlah Bandar Lampung menjadi ibukota
Provinsi. Banyak ibukota Provinsi di Indonesia yang mempunyai laut dijadikan ibukota Provinsi dimaksudkan
untuk mempermudah aktivitas lalu lintas barang dan jasa. Karena jalur laut
dinilai lebih mudah dan lebih cepat dibanding jalur darat, terlebih pada zaman
dahulu pembangunan jalan belum semasif seperti saat ini. Itu pulalah yang
dijadikan alasan Bandar Lampung dipilih untuk dijadikan ibukota provinsi. Di
Bandar Lampung juga telah dibangun jalur trasnportasi kereta api dari Bandar
Lampung ke Palembang, Sumatera Selatan. Jalur kereta api ini dibangun pada zaman
Belanda, jalur kereta api ini dibuat untuk memudahkan pengiriman batubara dari
Sumatera Selatan ke pelabuhan Panjang Bandar Lampung.
Karena mementingkan aspek lalu lintas barang dan jasa yang
mengharuskan memiliki laut menyebabkan letak Bandar Lampung tidak berada di
tengah-tengah. Bandar Lampung terletak di bagian selatan provinsi Lampung, di
sebelah barat berbatasan dengan kabupaten Pesawaran sedangkan di sebelah timur
berbatasan dengan kabupaten Lampung selatan.
Sebagai ibukota Provinsi tentu fasilitas layanan publik
banyak tersedia di kota Bandar Lampung. Fasilitas itu berupa layanan pendidikan,
fasilitas jalan yang mulus, dan juga fasilitas kesehatan. Namun, letaknya yang
berada tidak di tengah-tengah menyebabkan beberapa kabupaten membutuhkan waktu
dan biaya yang lebih banyak dibanding kabupaten lain. Contohnya saja Kabupaten
Mesuji, dari Brabasan ibukota Mesuji membutuhkan waktu kurang lebih 6 jam. Lalu
dari Blambangan Umpu membutuhkan waktu kurang lebih 5 jam, lalu Liwa Ibukota
Lampung Barat, dan Krui ibukota Pesisir Barat membutuhkan waktu kurang lebih 6
jam menuju kota Bandar Lampung. Ini sangat berbeda dengan kabupaten lain yang
jaraknya lebih dekat, seperti Pringsewu dan Gunung Sugih dan Metro yang
membutuhkan waktu kurang lebih hanya 1 jam ke Bandar Lampung.
Penduduk kota Bandar Lampung merupakan tempat tinggal dari
berbagai suku bangsa. Tidak heran jika dikatakan bahwa Lampung atau Bandar
Lampung khususnya dikatakan sebagai Indonesia mini, karena beragamnya suku
bangsa yang tinggal di kota ini. Diantara suku bangsa tersebut adalah Jawa,
Minang, Sunda, Palembang, Batak dan Lampung.
Cukup sekian dulu ya. Terima kasih... :-D

No comments:
Post a Comment